Kumpulan Materi & Latihan Soal CPNS 2013
Showing posts with label Manajemen Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Keuangan. Show all posts

Friday, April 11, 2008

Konflik antara kelompok dalam perusahaan (agency conflicts)

Pengendalian perusahana dewasa ini sering diserahkan kepada manajer professional yang bukan pemilik perusahaan. Pemilik tidak mampu lagi karena kerebatasan mengendalikan perusahaan yang menjadi besar dan komplek. Tujuan utama yang harus dilakukan manajer keuangan adalah memaksimumkan kemakmuran pemilik perusahaan. Dengan demikian manajemen dapat dipandang sebagai agen dair pemilik perusahan yang mempekerjakan mereka, memberikan wewenang dari kekuasaan untuk mengambil keputusan terbaik yang menguntungkan pemilik perusahaan. Secara teknis manajer memiliki kurang dari seratus persen saham perusahaan dapat dikaregorikan sebagai agen pemilik perusahaan.

Secara teoritis hanpir semua manajer keuangan setuju terhadap tujuan memaksimumkan kemakmuran pemilik perusahaan. Tetapi dalam kenyataannya, merek ajuga berkepentingan terhadap kemakmuran individu, keselamatan kerja, gaya hidup, dan keuntungan yang lain seperti kantor yang mewah, keanggotaan perofesional, fasilitas telepon, mobil pribadi dan tiket liburan yang kesemuanya dibebankan atas biaya perusahaan.

Intinya yang dimaksud dengan konflik antarkelompok atau agency conflicts adalah konflik yang timbul antara pemilik, karyawan dan manajer perusahaan di mana ada kecenderungan menjer lebih mementingkan tujuan individu daripada tujuan perusahaan. Problem ini muncul terutama apabila perusahaan menghasilkan free cash flows yang sangat besar. Yang dimaksud dengan free cash flows adalah aliran kas bersih yang tidak dapat di investasikan kembali karena tidak tersedia kesempatan investasi yang profitable.

Selain itu konflik antara manajemen dan pemegang saham sering timbu dalam transaksi pembelian sebuah perusahaan oleh perusahaan besar dengan menggunakan utang yang sering disebut dengan leveraged buyout (LBO). Dalam leveraged buyout biasanya manajemen merasa bahwa perusahaan dinilai terlalu rendah underprice akan : engatur perjanjian kredit, melakukan penawaran atau tender offer untuk membeli saham perusahaan yang sebelumnya tidak dimiliki oleh group manajemen, dan kemudian secara langsung mengendalikan sekaligus memiliki perusahaan. Konflik antara manajemen dan pemegang saham muncul karena dalam praktik pembelian saham tersebut manajemen seringkali dipandang melakukan penawaran yang kurang wajar.
»»  READ MORE...

Tentang memaksimisasi profit

Sangat mudah untuk menjelaskan bahwa tujuan pokok yang ingin dicapai manajer keuangan adalah memaksimisasi profit. Namun demikian perlu didasari bahwa tujuan ini mengandung banyak kelemahan. 1). Standar ekonomi mikro dengan memaksimumkan profit – (ingat profit maksimum dapat dicapai pada saat biaya marginal sama dengan pendapatan marginal – adalah bersifat statis karena tidak memperlihatkan dimensi waktu). Dengan kata lain tidak ada perbedaan antara profit dalam jangka panjang dengan jangka pendek. 2). Pengertian profit itu sendiri bisa menyesatkan. Apakah perusahaan harus memaksimumkan jumlah profit secara nominal ataukah tingkat profit? Apabila tingat profit atau keuntungan yang ingin dimaksimumkan, maka timbulah masalah penentuan tingkat keuntungan.

Apakah keuntungan dalam kaitannya dengan penjualan, dengan total aktiva, atau dengan pemilik modal itu sendiri? Kemudian karena pengertian profit adalah merupakan selisih positif antara pendapatan dengan biaya, timbul pertanyaan, biaya apa saja yang harus diperhitungkan? Haruslah opportunity costs harus diperhitungkan dan bagaimana cara mengukurnya? Perlu dipahami pula bahwa pengertian profit tidak sama dengan aliran kas. Laba per lembar saham atau earning per share yang semakin besar tidka berarti peningkatan deviden dalam bentuk kas; karena pembayaran deviden hanya ditentukan oleh kebijakan deviden.

3). Adalah menyangkut resiko yang berkaitan dengan setiap alternative keputusan memaksimumkan profit tanpa memperhitungkan tingkat resiko setiap alternative akan sangat menyesatkan. Yang dimaksud dengan resiko adalah kemungkinan bahwa tingkat output tidak sesuai dengan yang diharapkan. Besar kecilnya tingkat resiko ini biasanya diukur dengan besar kecilnya tingkat penyimpangan atau standar deviasi. Semakin besar deviasi semakin besar pula resikonya.

4). Aoabila memaksimumkan profit merupakan tujuan utama , maka akan sangat mudah hal ini dilakukan oleh perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan dapat menjual saham di pasar modal kemudian dana hasil penjualan saham tersebut disimpan dalam bentuk deposito. Katakanlah bunga deposito per tahun adalah 17,50% maka tanpa peningkatan kegiatan operasi, perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar 17,5% per tahun. Tetapi bagaimana dengan harga pasar saham, apa yang akan terjadi bila hal ini dilakukan dan pemegang saham mengetahui hal ini. Bukankah pemegang saham akan meminta tingkat keuntungan yang lebih besar dasri tingkat bunga deposito atas resiko yang lebih besar? Bukankah meningkatnya tingkat keuntungan yang diminta ini akan mengakibatkan harga pasar saham menurun yang berarti nilai perusahaan juga menurun.
»»  READ MORE...

Tujuan Manajemen Keuangan

Agar lebih mudah memahami tujuan manajemen keuangan, perlu terlebih dahulu diingat kembali tentang pengertian manajemen keuangan. Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang barkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. Fungsi utama seorang manajer keuangan yaitu meliputi: pengambilan keputusan investasi, pengambilan keputusan pembelanjaan, dan kebijakan deviden.

Fungsi pertama menyangkut tentang keputusan alokasi dana baik dana yang berasal dari dalam perusahaan maupun dana yang berasal dari luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi. Dengan kata lain, investasi yang mana yang paling baik bagi perusahaan . Secara garis besar keputusan investasi dapat dikelompokan ke dalam investasi jangka pendek seperti misalnya investasi kas, persediaan, piutang, dan surat berharga maupun investasi jangka panjang dalam bentuk gudang, tanah, perlatan produksi, kendaraand dan aktiva tetap lainnya. Manajer keuangan bertanggung jawab menentukan perimbangan yang optimal setiap jenis asset perusahaan.

Kedua, manajer keuangan berfungsi sebagai pengambil keputusan pembelanjaan atau pembiayaan investasi. Keputusan pembelanjaan ini menjawab berbagai pertanyaan penting seperti bagaimana pembelanjaan kegiatan perusahaan yang optimal?, bagaimana memperoleh kebutuhan dana untuk investasi yang efisien?, apakah perusahaan harus memakai modal asing atau sendiri?, dll

Fungsi ketiga seorang manajer keuangan adalah kebijakan deviden. Hingga saat ini masih timbul pendapat bahwa fungsi ketiga ini merupakan bagian dari fungsi kedua. Memang pada prinsipnya kebijakan deviden ini menyangkut tentang keputusan apakah laba diperoleh perusahaan seharusnya dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden kas dan pembelian saham kembali atau laba tersebut sebaiknya ditahan dalam bentuk laba dtahan guna pembelanjaan investasi dimasa mendatang.

»»  READ MORE...

Manajemen keuangan dan disiplin ilmu lainnya

Dalam penerapannya, manajemen keuangan tidak dapat berdiri sendiri. Manajemen keuangan selalu berkaitan erat dengan berbagai disiplin ilmu yang lain seperti akuntansi, ilmu ekonomi makro dan mikro, manajemen pemasaran, manajemen produksi, metode kuantitatif, dan manajemen sumberdaya manusia.

Akuntansi

Hampir dalam setiap pengambilan keputusan, manajer keuangan bertitik tolak dari data-data akuntansi. Bidang akuntansi dalam perusahaan bertanggung jawab terhadap pengembangan laporan keuangan baik sebagai alat ukur prestasi manajemen di masa lalau maupun sebagai dasar pengambilan keputusan masa yang akan datang. Tugas seorang akuntan meliputi laporan keuangan seperti neraca, laporan laba/rugi, arus kas, perubahan modal, dll.

Ilmu ekonomi

Manajemen keuangan sangat erat kaitannya dengan ilmu ekonomi karena setiap perusahaan beroperasi dalam kerangka ekonomi. Manajer keuangan harus mengatahui kerangka ekonomi dan menggunakan teori ekonomi sebagai alat bantu untuk mencapai efisienssi operasi. Ada dua bidang ilmu yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan manajemen keuangan, yakni ilmu ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Pemasaran, Produksi dan Metode Kuantitatif

Hubungan antara manajemen keuangan dengan manajemen pemasaran, produksi dan kuantitatif sangat erat kaitannya bahwa keputusan keuangan meliputi analisis investasi, manajemen modal kerja, sumber dan biaya modal, penentuan struktur modal, kebijakan deviden, dan analisis resiko dan keuntungan. Tujuan akhir yang harus dicapai dari keseluruhan keputusan keuangan tersebut adalah memaksimakan kemakmuran pemagang saham atau maximization wealth of stockholders melalui maksimisasi nilai perusahaan.

»»  READ MORE...

Pengenalan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan bidang pengetahuan yang menyenangkan sekligus menantang. Seseorang yang ahli dalam MK ini akan berpeluang sekali dalam medapatkan suatu pekerjaan seperti: corporate finance manages, bak, real estate, perusahaan asuransi dna sektor pemerintahan lainnya. Yang sangat memungkinkan untuk mengembangkan karir anda.

Banyak usaha yang berskala besar ataupun kecil, apakah bersifat menguntungkan atau merugikan akan mempunyai perhatian yang besar di bidang keuangan. Keberhasilan ataupun kegagalan usaha sangat dipengaruhi oleh tingkat kualitas keputusan keuangan. Dengan kata lain masalah yang biasa timbul dalam setiap organisasi berimplikasi terhadap bidang keuangan.

Adapun masalah yang sering timbul dan dihadapi oleh seorang manajer keuangan: Apakah investasi itu profitable?; dari mana dana yang diperlukan untuk pembiayaan investasi harus diperoleh?; seberapa besar kas yang harus dipertahankan untuk menjaga kestabilan dan kesinambungan suatu usaha?, dll

Akhir-akhir ini bidang manajemen keuangan mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama kerena perkembangan teknologi informasi. Individu dan perusahaan dapat melakukan transaksi keuangan secara cepat diman pun mereka berada. Informasi menjadi sangat berharga meskipun hanya dalam periode yang singkat. Perubahan tersebut tidak hanya mempengaruhi keputusan investasi yakni bagaimana menggunakan dana yang terkumpul secara optimal, melainkan pula menyangkut keputusan pemilihan sumber dan atau pembiayaan investasi.

Sebagai contoh, globalisasi pasar modal akan memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk lebih leluasa memperoleh dana. Selain itu terbuka kesempatan untuk melakukan diversifikasi investasi secara lebih baik. Dengan kata lain tugas para manajer keuangan menjadi semakin kompleks dan secara garis besar menyangkut keputusan investasi, keputusan pemenuhan kebutuhan dan atau keputusan pembelanjaan dan kebijakan deviden.

Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang barkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien

»»  READ MORE...
Kumpulan Materi & Latihan Soal CPNS 2013